Penjelasan Tentang MADZHAB – Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

TIDAK ADA KEWAJIBAN BERMADZHAB BAGI ORANG AWAM

Diantara alasan sebagian orang yang ingin mewajibkan agar mengikuti MADZHAB ialah :
1. Jika kita tidak bermadzhab, maka mau dikemanakan kitab kitab rujukan dari para ulama madzhab tersebut?,

2. Para ulama pun mereka bermadzhab misalnya seperti Ibnu Taimiyyah, Ibnu Hajar dan lain lain?

Maka!! Bagaimana kah jawaban dari perkataan sebagian orang tersebut diatas??

Alhamdulillah dengan izin Allah kami hadirkan kembali cuplikan rekaman dari soal jawab dalam kajian di majelis hadits kitab Shahih Bukhari bersama guru kita tercinta al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahul mulai pada pertemuan di majelis beberapa bulan yang lalu. Dalam soal jawab ini insya Allahu ta’la kita akan mendapatkan jawaban ilmiyyah mengenai persoalan madzhab dan kedudukannya dalam agama kita.

Dan apa hakikat madzhab yang sebenarnya itu?? Yang sebagian kita masih banyak atau masih kurang dalam memahami tentang hakikat dari madzhab tersebut.

Dan sebagian orang yang masih pemula dalam mempelajari disiplin ilmu dalam Islam yang dinisbatkan diri mereka sebagai kaum pelajar dalam Islam tetapi sebagian mereka kurang memiliki BASHIRAH dan KEFAQIHAN senantiasa berada dalam keheranan dan tidak bisa memahami dan mendudukkan sikap dan setiap keterangan dari para ulama dalam pembicaraan mengenai madzhab ini.

Sehingga perkataan dari kaum yang seperti ini dizaman ini telah membuka kembali pintu kemunduruan sebagaimana zaman beberapa ratus tahun yang lalu, zaman kemunduran dalam Islam disebabkan sikap TA’ASHSHUB terhadap madzhab!!.

Sehingga digambarkan keadaan di zaman itu bahwa di sebagian masjid-masjid di dunia Islam bahkan sampai di Masjidil Haram bahwa shalat jama’ah tegak sebanyak bilangan madzhab!!, dimana seseorang saling bergantian mengikuti shalat jama’ah dimasjid tergantung dari madzhab yang ia ikuti dan bersama imam shalat dari masing masing madzhab yang mereka ikuti tersebut.

Maka apakah kita ingin dibawa kembali kepada zaman kemunduran Islam seperti ini dimana Madzhab lah yang dijadikan sebagai dalil dalam beragama bukan Qalallah dan Qala Rasulullah??, dan manusia senantiasa dipulangkan semata semata hanya kepada perkataan para ulama saja bukan kepada al Kitab dan Sunnah.

Dan ketika dihadapkan kepada DALIL maka selalu dikatakan bahwa ini perkara KHILAF yang ada diantara para ulama?? Dan lain lain jawaban yang sebagian besarnya sangat membuka pintu yang lebar untuk kaum muslimin diajak kembali kepada zaman
kemunduruan Islam beberapa ratus tahun yang lalu!!

Semoga rekaman cuplikan kajian ini bermanfa’at bagi kita sekalian dan tentu segala keutamaan ialah berpulang kepada Allah jalla wa ‘ala.

———–Selamat menyimak saudaraku yang kami cintai karena Allah——————
(Termaktub oleh Al akh Abu Dihyah Eko Arief Wibowo, akun fb Abu Abdillah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *