Seputar Puasa Dan Bulan Ramadhan – Ustadz Abdul Hakim Bin Amir Abdat

SEPUTAR PUASA DAN BULAN RAMADHAN

Segala puji bagi Allah Rabb kita sekalian dimana Allah telah sampaikan usia kita hingga pada bulan Sya’ban ditahun ini dimana berarti tidak lama lagi kita akan memasuki bulan yang penuh dengan keberkahan didalamnya yaitu bulan Ramadhan. Semoga Allah sampaikan umur kita bertemu dengan bulan Ramadhan tahun ini.

Maka di antara yang kita siapkan sebagai modal untuk memasuki bulan Ramadhan tersebut ialah ilmu yang akan kita amalkan nantinya dibulan tersebut. Maka kami berusaha untuk menyajikan salah satu di antaranya yang menjadi modal ilmu bagi kita insya Allah untuk memasuki bulan Ramadhan tersebut.

Sebagaimana berikut:

Pada pembahasan kajian di dalam video ini guru kita al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhallahu ta’ala membacakan dan menjelaskan sebagian hadits tentang shiyam dan bulan ramadhan dan yang berkaitan dengannya yang beliau mengambil rujukannya dari kitab Riyadhul Jannah pada jilid 2 dan 3 (kitab kumpulan hadits hadits shahih menurut pemeriksaan beliau) yang ditulis oleh beliau dalam bahasa arab.

Hadits pertama yang dibawakan dalam majelis ini ialah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ta’ala anhu yang dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah dan lain lain , yaitu hadits dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Bukanlah shiyam (yakni hakikat shiyam) itu menahan makan dan minum saja. Sesungguhnya shiyam itu menahan diri dari perbuatan yang sia-sia dan rafats (yang berkaitan dengan hubungan suami istri).

Kemudian setelah membacakan hadits ini beliau menjelaskan bahwa yang membatalkan shiyam secara lahiriyah ada tiga:
1.Makan dengan sengaja.
2.Minum dengan sengaja.
3.Hubungan suami istri.

Ketiga hal ini adalah yang disepakati. Sebagian ulama memberikan tambahan yaitu muntah dengan sengaja, tetapi ini di ikhtilafkan.

Barangsiapa yang puasa karena Allah dari mulai terbit fajar hingga terbenam matahari menahan dari makan minum dengan sengaja dan hubungan suami istri di siang hari maka puasanya dikatakan shah, dan dia tidak termasuk kedalam golongan orang orang yang meninggalkan puasa.

Kemudian al ustadz beliau menjelaskan kaidah bahwa kita dalam mengerjakan ibadah akan memperoleh dua hasil:

* Hasil yang pertama ialah telah menunaikan kewajiban apabila telah kita penuhi syarat dan rukun dan kewajibannya maka kita telah menunaikan kewajiban, tidak termasuk kedalam golongan orang orang tang meninggalkan kewajiban.

* Hasil yang kedua ialah al jaza yaitu pahala.

Maka, setiap kita mengerjakan perintah Allah maka akan kita dapatkan dua hasil atau hanya satu hasil saja. Dan adakalanya seseorang itu mendapatkan pahala yang sempurna, ada kalanya seseorang mendapatkan pahala yang kurang dari itu, bahkan adakalanya tidak mendapatkan pahala sama sekali.

Kemudian hadits yang kedua juga dari Abu Hurairah masih hadits yang berbicara tentang HAKIKAT dari shiyam dengan beberapa lafazh hadits yang beliau bawakan.

Kemudian al ustadz menjelaskan bahwa ada yang membatalkan shiyam, pertama secara lahiriyah seperti makan, minum dengan sengaja serta berhubungan suami istri disiang hari (ini yang disepakati) dan beberapa yang di ikhtikafkan.

Dan yang kedua ialah yang membatalkan secara amal, dan ini yang merupakan hakikat dari shiyam dan seluruh ibadah yang lainnya.

Kemudian al ustadz meluaskan penjelasannya hingga menerangkan bahwa orang kuffar nanti mereka dihukum selain karena kekufuran mereka, juga karena mereka meninggalkan perintah-perintah Allah. Beliaupun terangkan dalil-dalilnya.

Kemudian beliau membacakan hadits berikutnya dari Abu Umamah al Bahiliy radhiyallahu anhu, yang dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah dan yang lainnya.

Dimana dalam hadits ini Rasulullah menceritakan ketika beliau shallalahu ‘alaihi wa sallam sedang tidur kemudian beliau dibawa oleh kedua orang malaikat yang masing masing memegang kedua lengan beliau yang kanan dan kiri untuk dibawa kesebuah gunung yang sangat tinggi.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam diperdengarkan suara teriakan penghuni neraka, kemudian diperlihatkan penghuni neraka yang mereka digantung terbalik pada urat tumit kaki mereka dan pipi pipi mereka yang sobek mengalirkan darah.

Sehingga beliau bertanya kepada malaikat siapa mereka yang disiksa ini?,

Maka malaikat menjawab : bahwa mereka ini ialah orang orang yang berbuka sebelum waktunya halal untuk berbuka ketika puasa dibulan ramadhan.

Kemudian al ustadz pun menjelaskan hadits ini yang merupakan peringatan yang sangat besar bagi kita.

Kemudian al ustadz membacakan hadits berikutnya, yaitu hadits dari Hudzaifah, dimana Hudzaifah menyandarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kedadanya, kemudian sambil bersandar pada hudzaifah beliau bersabda:

“Barang siapa yang mengucapkan Laailahaillallah karena mencari wajah Allah dan diakhiri dengannya baginya dengan kalimat itu ia masuk surga, dan barang siapa yang shaum satu hari karena mencari wajah Allah dan diakhiri dengannya maka ia masuk surga dan barang siapa yang bersedekah dengan suatu sedekah karena mencari wajah Allah dan diakhiri dengannya maka baginya surga.

Kemudian Al ustadz menjelaskan bahwa hadits ini menjelaskan tentang kematian seseorang yang husnul khatimah dimana seseorang tergantung dari akhir hidupnya.

Dan salah satunya ialah orang yang mati ketika ia sedang berpuasa maka ia mati dalam keadaan husnul khatimah, yang berarti hadits ini menjelaskan di antara keutamaan shaum itu sendiri.

(Selesai dibacakan dari hadits-hadits pada jilid yang kedua di kitab Riyadhul Jannah).

Kemudian beliau melanjutkan membacakan beberapa hadits yang diambil dari kitab Riyadhul Jannah jilid yang ketiga.

Diantaranya beliau mengambil hadits dari bab yang beliau beri judul :

“Min fadhli syahri ramadhan”, Di antara keutamaan dari bulan Ramadhan.

Dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu, yang dikeluarkan oleh Tirmidziy dan lain lain, yang menjelaskan tentang apabila datang awal malam bulan Ramadhan maka dibelenggu para syaithan dan jin-jin yang jahat dan ditutup pintu-pintu neraka, tidak dibuka satupun dari pintu-pintu neraka itu, dan dibuka pintu-pintu surga dan tidak ditutup satupun pintu surga.

Menyerulah seorang penyeru(yakni malaikat):

“wahai pencari kebaikan menghadaplah kepada bulan ini, wahai pencari kejahatan berhentilah dari perbuatan jahat tersebut”, dan Allah mempunyai orang-orang yang akan Allah bebaskan dari neraka di setiap hari/malam bulan Ramadhan.

Kemudian dijelaskan kembali hadits yang mulia ini oleh al ustadz, diantaranya bahwa dibebaskannya orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan ialah di setiap hari atau malam di bulan ramadhan, yang berarti membatalkan hadits yang cukup terkenal dan sering dibawakan oleh para penceramah yaitu hadits di mana Ramadhan awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka.

Dan beliau al ustadz mengatakan bahwa ini hadits MUNKAR, yaitu adanya rawi yang dha’if mukhalafah/menyalahi rawi yang tsiqah.

Dan seterusnya beliau bacakan hadits-hadits lainnya yang menjelaskan tentang keutamaan bulan Ramadhan dengan beliau syarahkan disetiap haditsnya.

Kemudian beranjak beliau membacakan hadits-hadits mengenai qiyam Ramadhan, hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan, asal muasal, tatacara qiyam Ramadhan yang dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dimana beliau mengerjakannya hanya beberapa hari saja di setiap bulan Ramadhan yang beliau lalui setiap tahunnya di beberapa kejadian di setiap tahunnya dibulan Ramadhan.

Dan kita jadi mengetahui urutan-urutan dari peristiwa shalat malam nya Rasulullah di bulan Ramadhan yang sangat berfaedah bagi kita dari banyak hal diantara fiqih shalat malam di bulan Ramadhan yang sesuai dengan Sunnah beliau shallallahu ‘alaihu wa sallam dari mulai tata caranya, berapa jumlah raka’at yang beliau kerjakan dan seterusnya dari penjelasan-penjelasan dari riwayat riwayat hadits yang sangat berfaedah bagi kita sekalian.

Hingga tiba di waktu soal jawab yang sangat berharga dari faedah ilmiyyah dari penjelasan-penjelasan beliau dalam rekaman video ini.

Dan terakhir bagi yang ingin mengetahui penjelasan lengkapnya mengenai sebagian hadits-hadits tentang puasa dan bulan Ramadhan yang diambil dari kitab Riyadhul Jannah jilid 2 dan 3 oleh al ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullahu ta’ala, maka kami persilahkan untuk mendengarkan rekaman video yang kami share kembali ini secara lengkap mulai dari awal hingga selesai.

Dan semoga bisa memberikan masukan berharga berupa ilmu yang akan kita amalkan nantinya insya Allahu ta’ala.

Selamat menyimak!!

Termaktub oleh Eko Abu Dihyah akun fb Abu Abdillah ( Eko Abu Dihyah )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *