Nasehat Syaikh Utsaimin Rahimahullah Tentang UDZUR BIL JAHL

Nasihat Yang Mendalam Dari Syaikh Al Utsaimin –rahimahullah- Mengenai Kaidah Udzur Karena Kebodohan

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin –rahimahullah- berkata:

“Apabila seseorang menisbatkan diri kepada Islam dan melakukan suatu; kekufuran dan kesyirikan, tetapi dia tidak mengetahui bahwa hal itu adalah syirik dan dia belum diperingatkan tentang hal itu, maka apalagi yang akan kita katakan!?

Apakah kita yang lebih tahu tentang hal ini dari pada Allah!?

Apakah kita akan mengahalangi antara hamba-hamba dengan rahmat (belas kasih) Allah!?

Dan apakah kita katakan dalam masalah ini bahwa; murka Allah telah mendahului rahmat Allah!!?

Permasalahan ini –wahai saudara-saudaraku!- BUKANLAH PERKARA AKAL (RASIO)!

Kekufuran, vonis fasik, vonis bid’ah adalah hukum syar’i yang terambil dari syari’at.”

Kemudian beliau pun berkata:
“Ya, sebagian ulama ada yang berpendapat seperti itu tetapi itu adalah pendapat yang lemah!

Para Imam justru menyelisihi pendapat itu, yakni; menyelisihi pendapat bahwa manusia tidak diberi udzur karena kebodohannya dalam perkara kekufuran!

Perkataan Syaikhul Islam –rahimahullah- penuh dengan hal itu, yakni; bahwasannya ia tidak mengkafirkan (karena ada udzur kebodohan pent.), dan perkataan Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab pun menunjukan bahwasannya ia tidak mengkafirkan orang yang bodoh.

Saya sekarang akan membacakan kepada kalian suatu perkataan yang memungkinkan saya menukilnya, adapun perkataan Syaikhul Islam maka banyak yang bisa dinukilkan, dan fatwa-fatwanya; maka kalian periksalah niscaya penuh dengan pernyataan tersebut.

Hukum di sisi Allah adalah satu, yakni; apabila meninggalkan shalat karena kebodohan itu diberi udzur, maka APABILA ADA YANG BERSUJUD KEPADA PATUNG KARENA KEBODOHAN BAGAIMANA BISA TIDAK DIBERI UDZUR!?

Padahal apa bedanya!?….”

Kemudian beliau pun membacakan surat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang ditujukan kepada ulama Iraq, yakni As Suwaidiy Al Baghdadiy:

“Apa yang kau sebutkan bahwasannya; Aku mengkafirkan semua manusia selain yang mengikutiku dan bahwasannya aku mengklaim bahwa pernikahan mereka tidak sah!

Maka sungguh mengherankan bagaimana mungkin hal tersebut masuk di akal orang waras! Dan apakah memungkinkan ini dikatakan oleh seorang Muslim, atau orang Kafir, atau orang ‘arif, atau orang gila!?”

Sampai pada perkataannya: “…adapun masalah takfiir (pengkafiran) maka aku mengkafirkan orang yang telah mengetahui agama para Rasul (Islam) kemudian setelah mengetahuinya lalu dia mencela agama tersebut dan melarang manusia dari agama tersebut serta memusuhi orang yang mengamalkannya; maka yang inilah yang aku kafirkan SEDANGKAN KEBANYAKAN UMAT (ISLAM) -ALHAMDULILLAH- TIDAKLAH SEPERTI ITU.”

Kemudian selanjutnya beliau pun mengutip perkataan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab:
“…..Apabila KAMI TIDAK MENGKAFIRKAN ORANG YANG MENYEMBAH BERHALA yang ada di atas kubur Abdul Qadir dan berhala yang ada di atas kubur Ahmad Al Badawiy serta yang semisalnya; KARENA SEBAB KEBODOHAN MEREKA DAN TIDAK ADANYA ORANG YANG MEMPERINGATKAN MEREKA,

Maka bagaimana mungkin kami mengkafirkan orang yang tidak menyekutukan Allah ketika tidak hijrah kepada kami!?”

Simak di video ini penjelasannya, Mudah-mudahan bisa sebagai penjelas dan penghilang kabut syubhat masalah ini..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *