Kejadian Pada Tahun 463 H ~ Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat

“KEJADIAN PADA TAHUN 463 H”

Pernah ada kejadian yang sangat bersejarah bagi umat Islam. Yaitu kejadian pada tahun 463 H. Dimulai dari sebuah niat dan rencana dari seorang raja yang kufur, ia adalah Armanus seorang raja Romawi yang waktu itu berpusat di konstantin, yang merupakan pusat kerajaan Romawi selain di Roma, dimana kota Konstantin merupakan sebuah kota yang megah dan gemerlap.

Maka Armanus mempunyai niat dan rencana untuk melenyapkan umat Islam yang ada di permukaan bumi ini karena kebenciannya yang sangat besar terhadap Islam dan kaum muslimin. Maka ia (Armanus) berencana untuk memulai niat dan rencananya tersebut dengan menuju wilayah Islam yang akan ia serang pertama yaitu Khurasan, dimana Khurasan pada waktu itu satu satunya wilayah kerajaan Islam yang masih tegak dengan seorang rajanya yang Shalih dan Adil, yaitu Malik Alif Arsalan rahmatullahi ‘alaihi.

Memang benar bahwa di baghdad waktu itu masih berdiri khilafah Islamiyyah, tetapi khilafah dan khalifah di Baghdad pada waktu itu tidak lebih hanya sekedar khalifah BONEKA saja, yang tidak memiliki pengaruh lagi. Maka hanya kerajaan Islam yang di pimpin oleh seorang rajanya yang bernama Alif Arsalan lah diantara kerajaan Islam yang masih memiliki kekuatan di Dunia saat itu.

Maka sebab itulah sehingga Armanus yang kufur tersebut mempersiapkan balatentara besarnya untuk menuju kesana. Armanus mempersiapkan pasukan pasukan terbaiknnya dengan jumlah yang sangat besar, dengan sekian ribu Bathtrik, dimana seorang Bathrik membawahi lagi sekian ribu pasukan. Dan Armanus membawa perlengkapan dan peralatan perang yang sangat canggih dizamannya, diantara berupa bom-bom manjanik.

Maka singkat cerita, sampailah khabar kepada Alif Arsalan akan kedatangannya Armanus dan balatentara besarnya ke kerajaan yang dipimpin oleh Alif Arsalan, dan tentu secara thabi’iyah ia merasa takut dengan akan datangnya pasukan Armanus yang besarnya bagaikan ombak dilautan, karena Alif Arsalan hanya memiliki pasukan sejumlah 20.000 pasukan saja.

Tetapi ke imanan Alif Arsalan kepada Rabb nya sehingga membuat ia siap untuk menghadapi pasukan romawi tersebut. Maka salah seorang ulama besar dizaman itu memberikan masukan dan nasihat kepada raja Alif agar ia menunda peperangan dengan pasukan Romawi nantinya jangan di hari rabu, (dimana perkiraan kedatangan pasukan romawi dan rencana bahwa peperangan akan dimulai dihari rabu).

Ulama ini menyarankan agar peperangan ditunda sampai hari jum’at dan setelah selesai shalat jum’at, agar para khatib bersama kaum muslimin berdo’a dengan do’a yang besar kepada Allah tabaaraka wa ta’ala untuk kemenangan kaum muslimin di mimbar mimbar masjid mereka. Karena diantara kekuatan kaum muslimin ialah Do’a.

Maka tibalah waktu peperangan yaitu dihari jum’at setelah kaum muslimin selesai menunaikan shalat jum’at, sang Raja Alif Arsalan berjalan dengan kudanya kemudian ia turun dari kudanya, ia lumuri telapak tangannya dengan tanah kemukanya untuk kemudian ia berdo’a kepada Allah subhanaa wa ta’ala dengan mengadahkan kedua tangannya kelangit.

Barulah ia dan pasukan bersiap untuk memulai peperangan menghadapi balatentara pasukan Romawi yang seperti ombak besar karena sangat banyak nya jumlah mereka, dan pasukan kaum muslimin sedikit sekali dibandingkan mereka pasuka Romawi.

Sehingga peperangan ini kalau kita mengikuti perhitungan akal-akal kita semata tentu kaum musliminlah yang akan kalah dan binasa.

Maka mulailah peperangan tersebut yang seperti ombak besar… peperangan antara AHLI IMAN dengan AHLI KEKUFURAN…
(Ahli Iman jumlah mereka sedikit melawan Ahli kekufuran jumlah mereka sangat banyak dengan ratusan ribu pasukan yang seperti ombak. Yang kalau kalah pada waktu itu maka akan tercapailah cita cita Armanus untuk melenyapkan umat Islam dari muka bumi ini.)

…Siapakah yang berhasil memenangkan peperangan tersebut?
Jawabnya ialah kaum musliminlah dengan rajanya Alif Arasalan yang dengan Izin Allah dan pertolongan dariNya yang berhasil memenangkan peperangan tersebut dalam waktu yang singkat hanya sehari saja, sehingga habis balatentara romawi yang sangat besar itu. Dan qadarullah sang raja romawi Armanus pun tertawan dengan sangat hinanya, karena yang berhasil menawannya adalah seorang budak dari romawi milik kaum muslimin. Sungguh hinanya ia ditawan oleh seorang dari kaumnya sendiri.

Maka ini…kemudian dibawalah Armanus kehadapan Alif Arsalan, maka Alif arsalan menyuruh Armanus berdiri kemudian dipukul wajahnya Armanus dengan tiga kali pukulan oleh Alif Arsalan sehingga tersungkurlah Armanus yang kufur lagi hina ini. Baru kemudian ia Armanus diajak berbicara dan ditanya oleh raja Alif Arsalan.

Alif Arsalan: Apa yang akan engkau perbuat apabila engkau(Armanus) berada diposisiku sekarang?

Armanus: Setiap yang buruk yang akan aku perbuat kepadamu (Alif Arsalan)

Alif Arsalan: kalau begitu, kira kira apa yang akan aku perbuat kepadamu saat ini?

Armanus: engkau akan membunuhku, atau mengarak arak ku keliling kota. Adapun engkau mengampuni aku dan bebaskan aku dengan aku menebus diriku dengan harta tebusan maka ini tidak mungkin dilakukan olehmu.

Alif Arsalan: maka itulah(yakni membebaskanmu dan engkau tebus dirimu) justru yang aku perbuat kepadamu.
………._…………_………

Ya Subhanallah, sungguh berbeda sekali akhlak antara dua orang ini, antara ahli iman dan ahli kekufuran ini. Dimana sang Raja yang shalih ini justru mengampuni dan membebaskan si ahli kekufuran ini. Dan memang selama lamanya senaniasa berbeda antara iman dan kufur.

Maka kemudian dibebaskanlah Armanus dengan ia Armanus menebus dirinya dengan uang sejumlah 1,5 juta dinar. Maka diantarlah ia Armanus oleh Alif untuk menuju kekerajaannya dengan dikawal oleh pasukan Alif Arsalan sejumlah 10.000 pasukan, dan raja Alif Arsalan mengantarkan Armanus sampai perbatasan kota.

Dari perbatasan kota terus sampai ke kerajaannya Armanus dikawal oleh pasukan kaum muslimin sampai tiba di gerbang kerajaannya. Maka sesampainya ia kekerajaannya, sungguh hancur hati Armanus karena ternyata Romawi telah mengangkat raja yang baru.

Dirinya telah dikudeta oleh kaumnya sendiri oleh orang orang yang SEIMAN dan SEAGAMA dengannya. Betapa kecewa dan hancur hatinya. Sebaliknya justru ia begitu dimuliakan oleh orang orang yang sangat ia benci dan musuhi dan yang ia niatkan sebelumnya untuk binasakan mereka, yaitu kaum muslimin.

Maka ia Armanus tidak mau untuk kembali kekerajaannya, sehingga ia meminta bantuan kepada raja Alif Arsalan untuk bisa tinggal dan menetap di Armenia saja. Maka dengan bantuan raja Alif Arsalan ia Armanus dapat izin tinggal di Armenia hingga akhir hayatnya. Dimana Armanus menghabiskan masa hidupnya dengan menjalani hidup kependetaan yang tidak mau dan tidak tertarik lagi dengan hiruk pikuk duniawiyah.

Ya Subhanallah, sungguh besar pelajaran dari kisah yang terkenal dengan nama:
“KEJADIAN PADA TAHUN 463 H”.

Sebuah pelajaran berharga dimana sebesar apapun makar dari musuh musuh Allah terhadap agama Allah dan orang orang yang beriman, maka disana akan senantiasa ada Makar tersendiri yang telah Allah siapkan. Dan kita yakin karena Allah lah sebaik baiknya pemilik makar.
Termaktub oleh Abu Dihyah Eko Arief Wibowo (akun fb Abu Abdillah)

Simak video pemaparannya…

One Response to Kejadian Pada Tahun 463 H ~ Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat

  1. Good

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *