Tahqiq Ilmiyah Tentang Shalat Tarawih 11 Rakaat – Ustadz Abdul Hakim Abdat

Penjelasan Tentang Shalat Tarawih Dan Jumlah Rakaatnya

Pembahasan yang disampaikan dalam rekaman video ini adalah penjelasan tentang riwayat-riwayat hadits yang SHAHIH dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabat radhiyallahuanhum tentang : ASAL USUL, KAIFIYAT (tata cara), JUMLAH RAKA’AT dll dari shalat tarawih yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabat radhiyallahuanhum kerjakan.

Beliau (al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat) membawakan sejumlah riwayat riwayat tersebut.

Dimulai dari riwayat-riwayat hadits tentang asal mulanya shalat tarawih yang Rasulullah kerjakan, dan itu ada beberapa kejadian yang berbeda beda kejadiannya yang menunjukkan berulangnya hal tersebut di setiap tahunnya di bulan Ramadhan.

Ada yang Rasulullah kerjakan di rumah beliau, ada yang di masjid, diantaranya riwayat hadits yang menjelaskan kejadiannya di malam ke 23, 25 dan 27 di bulan ramadhan.

Kemudian juga ada riwayat-riwayat hadits tentang pelaksanaan shalat tarawih ini baik secara BERJAMA’AHNYA dan juga JUMLAH RAKA’ATNYA yang berdasarkan TAQRIR (persetujuan) beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada apa yang dikerjakan oleh sebagian shahabat seperti Ubay bin Ka’ab dan lainnya, dimana sebagian shahabat ini mengimami manusia (berjama’ah) dengan sebab kebanyakan dari mereka tidak memiliki hafalan al qur’an yang banyak sehingga perlu untuk ada seseorang yang hafal al qur’an yang dijadikan untuk mengimami mereka seperti shahabat Ubay, dan dikerjakan juga dengan jumlah raka’at nya sebanyak 11 raka’at.

Dan ketika ditanya oleh Rasulullah tentang hal ini maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun membenarkan perbuatan sebagian shahabat tersebut yang dilakukan secara berjama’ah dan dengan jumlah raka’atnya yang sebanyak 11 raka’at, dan ini menunjukkan bahwa berdasarkan riwayat yang SHAHIH para shahabat pun senantiasa mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam TATACARA dan JUMLAH raka’at shalat tarawih yang mereka kerjakan, sehingga dibenarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kemudian al ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullah pun membawakan dan menjelaskan serta mendudukan riwayat-riwayat hadits yang berbicara tentang shalat malam itu MATSNA-MATSNA (dua raka’at…dua raka’at), beliau al ustadz jelaskan dengan mengumpulkan thuruq (jalan-jalan) hadits tersebut sehingga bisa disingkap dan difahami serta didudukkan apa maksud dari lafazh hadits tentang MATSNA – MATSNA (dua raka’at …dua raka’at) tersebut, dimana telah difahami oleh sebagian orang dengan pemahaman yang tidak tepat bahwa shalat malam bilangan atau jumlah raka’atnya adalah tanpa BATASAN berdasarkan hadits MATSNA-MATSNA (dua raka’at…dua raka’at) tersebut.

Padahal hadits tersebut tidak sedang menjelaskan tentang perkara jumlah, tetapi hadits dua raka’at dua raka’at tersebut ialah sedang menjelaskan tentang salah satu tata cara mengerjakan atau KAIFIYAT shalat malam tersebut, yaitu DI SETIAP DUA RAKA’AT salam, di setiap dua raka’at salam…!

Berdasarkan jalan-jalan hadits yang lain yang bisa kita simak penjelasannya dalam video ini.

Kemudian al ustad pun senantiasa selalu mengingatkan kepada kita tentang kewajiban yang kita ikuti ialah mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan hal ini adalah yang senantiasa diajarkan oleh para Ulama kita sepanjang zaman. Yaitu keutamaan ittiba’ kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Juga dijelaskan kedudukan dari riwayat-riwayat hadits yang menjelaskan bahwa shalat tarawih lebih dari 11 raka’at yang disandarkan kepada Rasulullah maupun Shahabat TIDAK ADA satupun riwayat tersebut yang SAH

Tentu untuk mengetahui keterangan lebih lengkapnya kita harus menyimak video ini.

Dan luangkan waktu untuk meyimaknya dari awal hingga akhir sehingga insya Allah akan didapatkan lah faedah ilmu dari apa yang disampaikan.

Dan bisa juga kita jadikan sebagai bahan perbandingan dari penjelasan penjelasan lain tentang hal ini, karena Allah telah berikan kepada kita akal untuk berfikir dan menimbang mana hujjah yang kuat dan sebaliknya.

Tentu tidak dipaksa untuk menyimak rekaman video ini. Semoga bermanfa’at…!

(Termaktub oleh akhuna Abu Dihyah Eko Arief Wibowo, akun fb Abu Abdillah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *