Tahadduts bi ni’matillah, Bersyukur atau Berterima Kasih Kepada Manusia – Ustadz Zainal Abidin

Diantara sunnah yang diajarkan oleh Nabi kita yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah rasa BERTERIMA KASIH atau syukur kepada manusia, dimana Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengkaitkan rasa syukur atau terima kasih kepada manusia ini kedalam bagian orang orang yang telah bersyukur kepada Allah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang telah di sah kan oleh para ulama muhaditsin seperti Syaikh Al Albani rahmatullahi ‘alaihi.

Terlebih kepada orang-orang yang dengan sebab perantaraan mereka Allah tabaaraka wata’ala jadikan kebaikan dan hidayah Nya sampai kepada kita dengan perantaraan mereka.

Dalam cuplikan video ini beliau Ustadz Zainal Abidin hafizhahullah sedikit menceritakan dalam rangka tahadduts bi ni’matillah dan insya Allahu ta’ala bukanlah dalam rangka ingin mensucikan seorang pun juga di hadapan Rabbul ‘alamin.

Yaitu cerita sekilas tentang jasa perjuangan dakwah dari dua orang Syaikh kita di negri ini, mereka adalah fadhilatul ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat dan fadhilatul ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizhahumullahu ta’ala. Yaitu perjuangan mereka dalam rangka mendakwahkan dakwah Sunnah dinegri kita ini.

Ketahuilah bahwa pada beberapa waktu yang telah lampau muncul ba’dun nas dari orang orang yang mencela dan memperingati manusia dari dakwah kedua orang syaikh kita ini atas dasar kejahilan dan mengikuti hawa, padahal ba’dun nas ini sebagian mereka kalau tidak mau dikatakan sebagian besar mereka adalah orang orang yang pernah menjadi murid murid dari kedua orang syaikh kita ini.

Mereka inilah orang orang yang talah melampaui batas didalam perkataan dan perbuatan mereka dalam mencela dan menuduh yang tanpa didasari hujjah ilmu dan keadilan dan rasa syukur kepada manusia melainkan kejahilan dan kesombongan yang telah menguasai diri diri mereka. Ini lah yang muncul beberapa waktu yang telah lampau dan masih tetap ada hingga saat ini.

Dan pada hari ini pun telah muncul juga ba’dun nas dari orang-orang yang dari satu sisi ialah serupa dengan golongan manusia yang pertama tadi tetapi dalam bentuk atau rupa yang berbeda. Persamaan mereka adalah sama sama telah dihinggapi pada diri diri mereka oleh hilangnya rasa syukur kepada manusia dan dalam hal ini adalah telah hilangnya rasa syukur atau terima kasih mereka kepada orang orang yang telah menunjuki mereka kepada hidayah dan kebaikan berupa jalan sunnah ini dalam hal ini kedua orang syaikh kita ini. Mereka menafikan jasa kebaikan dari dua orang syaikh kita ini yang telah jauh lebih dahulu dalam mendakwahkan dakwah sunnah dinegri kita ini.

Diantara istilah yang sering diucapkan oleh ba’dun nas ini misalnya perkataan mereka tentang dua orang syaikh kita ini , bahwa mereka (dua syaikh kita ini) hanyalah dua orang SENIOR (padahal istilah atau sebutan guru atau walid terhadap keduanya insya Allah lebih barakah bagi kita untuk kita ucapkan kepada keduanya.

Daripada istilah Senior ini, dimana istilah ini merupakan istilah istilah yang biasa dipakai oleh orang orang dari kalangan organisasi dan yang serupa dengannya) kita dalam dakwah atau perkataan perkataan lain seperti Perkataan “jangan merasa paling berjasa..!!, merasa sebagai pembuka pintu dakwah..!!” dan perkataan perkataan lain yang semakna dengan istilah atau perkataan diatas yang datang atas bisikan bisikan syaithan yang dituruti yang intinya adalah ingin menafikan kebaikan kebaikan berupa tersebarnya dakwah sunnah ini dengan izin Allah yang telah terlebih dahulu diserukan dan dibukakan jalannya oleh mereka kedua syaikh kita ini, sehingga dengan izin Allah lapanglah jalan dakwah sunnah di negri kita ini untuk kemudian menjadi lebih mudah dilewati bagi orang-orang yang dikemudian hari turut menjadi orang orang yang mendakwahkannya falillahilhamd.

Mari kita lihat sejenak untuk kita bisa mengambil pelajaran tentang rasa syukur kita kepada orang orang yang dengan izin Allah dengan sebab perantaraan mereka sampainya kebaikan yang besar berupa hidayah Islam dan Sunnah yang shahihah kepada kita.

Wallahu ‘alam

(Termaktub oleh akh Eko Abu Dihyah, akun Facebook Abu Abdillah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *