Adab dan Akhlak Penuntut Ilmu – (Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas) Yogyakarta 1437 / 2016


Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Yazid ‘Abdul Qadir Jawas

Berikut adalah tabligh akbar yang disampaikan di Masjid Kampus UGM, Sleman, Yogyakarta oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Pada ceramah yang disampaikan Sabtu malam, 4 Jumadal Akhirah 1437 / 12 Maret 2016, pukul 18:00-19:30 WIB ini mengetengahkan tema yang diangkat dari sebuah buku karya sang pemateri hafidzahullah berjudul “Adab dan Akhlak Penuntut Ilmu“.

Rekaman audio: Ustadz Yazid ‘Abdul Qadir Jawas – Adab dan Akhlak Penuntut Ilmu – Yogyakarta 1437 / 2016

Adab dan Akhlak Penuntut Ilmu
Al-Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa adab merupakan agama. Kata beliau:

والأدب هو الدين كله

“Adab mencakup seluruh perkara agama.”

Adab dijelaskan oleh Imam Ibnul Qayyim di dalam kitabnya, Madarijus Salikin di juz yang kedua, kata beliau:

فالأدب : اجتماع خصال الخير في العبد

“Adab itu merupakan berkumpulnya semua perangai-perangai dan sifat-sifat kebaikan pada seorang hamba.”

Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri ditanya tentang adab, beliau menjelaskan bahwa adab yang paling bermanfaat adalah:

التفقه في الدين، والزهد في الدنيا، والمعرفة بما لله عليك

“Mempelajari agama, zuhud terhadap dunia, dan wajib atasmu mengenal Allah.”

Tentang masalah adab sudah banyak dibahas di kitab-kitab: Imam Bukhari dengan kitab Al-Adabul Mufrad dan di Shahih Bukhari terdapat Kitabul Adab, di Shahih Muslim terdapat Kitabul Adab, di Sunan Abu Dawud terdapat Kitabul Adab, di Sunan Tirmidzi terdapat Kitabul Adab, di Sunan Ibnu Majah terdapat Kitabul Adab, Al-Imam Ibnu Muflih memiliki kitab Al-Adab Asy-Syar’iyyah, Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr memiliki kitab tentang adab, Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlih, begitu juga Al-Imam Al-Khathib Al-Baghdadi memiliki kitab Al-Jami’ li Akhlaqir Rawi, Al-Imam Ibnu Jama’ah memiliki kitab Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim fi Adabil ‘Ilmi wal Muta’allim, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di juga memiliki kitab Al-Mu’in ‘ala Tahshili Adabil ‘Ilmi wa Akhlaqil Muta’allimin, dan masih banyak lagi yang lain kitab-kitab adab yang ditulis oleh para ulama.

Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani ketika memulai Kitabul Adab dalam Shahih Imam Bukhari, beliau menjelaskan tentang adab:

والأدب استعمال ما يحمد قولا وفعلا

“Adab itu digunakan untuk apa-apa yang dipuji, baik berupa perkataan maupun perbuatan.”

Jadi, adab mencakup semuanya yang berkaitan dengan agama, seperti yang dikatakan oleh Al-Imam Ibnul Qayyim, yaitu “Adab mencakup seluruh perkara agama.”

Adab adalah sangat penting. Kalau seseorang ingin bahagia, maka dia harus belajar adab, karena adab ini tanda seseorang itu bahagia. Kalau seseorang itu kurang adabnya, maka tanda orang itu celaka. Dijelaskan oleh Al-Imam Ibnul Qayyim di dalam kitabnya, Madarijus Salikin, kata beliau:

وأدب المرء عنوان سعادته وفلاحه , وقلة أدبه عنوان شقاوته وبواره , فما استجلب خير الدنيا والآخرة بمثل الأدب , ولا استجلب حرمانهما بمثل قلة الأدب

Penjelasan:
1. “Adab seseorang merupakan tanda seseorang itu bahagia dan sukses.” Kalau dia punya adab, mesti dia akan beruntung dan sukses.
2. “Kalau dia kurang adab merupakan tanda bahwa dia orang yang celaka dan binasa.” Kalau dia kurang adab kepada orang tuanya, kepada gurunya, kepada yang lebih tua, dan lainnya, (maka) tanda orang itu celaka dan pasti binasa.
3. “Tidak ada yang bisa diperoleh dari kebaikan dunia dan akhirat seperti adab.” Kalau seseorang punya adab mesti dia akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat, selama dia melakukannya ikhlas dan ittiba’.
4. “Tidaklah seseorang itu terhalang dari kebaikan dunia-akhirat dengan sebab dia kurang adab.” Kalau dia kurang adab mesti orang itu terhalang dari kebaikan dunia dan akhirat.

Mari simak ceramah penuh manfaat yang disampaikan oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas ini.

sumber : //rodja.tv/2030

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *