ISIS Menipu Umat Islam Dan Pentingnya Mengikuti Sunnah Nabi ~ Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Jangan Menjauh Dari Sunnah Nabi Dan Pemahaman Sahabat

Abu Musa berkata, “Rasulullahu صلى الله عليه وسلم mengangkat kepalanya ke langit dan beliau sering kali mengangkat kepalanya kelangit, maka beliau bersabda “Bintang-bintang itu adalah penjaga langit, maka apa bila lenyap bintang bintang itu maka datanglah kepada langit apa yang telah dijanjikan kepadanya, dan aku penjaga bagi sahabat sahabatku apabila aku pergi (wafat) maka datanglah kepada sahabat sahabat ku apa yang telah dijanjikan Allah kepada mereka (fitnah).

Dan sahabat sahabatku adalah penjaga bagi ummatku, maka apabila pergi sahabat-sahabatku maka datanglah kepada ummatku apa yang telah dijanjikan kepada mereka (fitnah).

17:46 PERANG SALIB dan NURUDDIN ZANKI

Dahulu, Palestine―Masjidil Aqsa, dikuasai oleh Pasukan Salib, tujuh puluh ribu lebih orang-orang Islam, baik itu laki-laki maupun wanita, anak-anak maupun orang tua, dibantai dan disembelih.

Duka yang mendalam saat itu bagi kaum Muslimin di seluruh dunia Islam, tapi mereka tidak punya kekuatan, yang menyebabkan mereka kalah.

Mereka―saudara-saudara kita ratusan tahun yang lalu―yang mengalami hal itu sabar, sampai hampir 1 abad berlalu, baru direbut kembali Masjidil Aqsa.

Setelah melalui perjuangan besar mempersatukan umat, berada di atas Sunnah. Salah seorang Raja Islam, yang memorak-porandakan, yang menghancur leburkan Pasukan Salib, Nuruddin Zanki.

Beliau merupakan Raja yang taat, sampai-sampai pasukan salib mengatakan, “Nuruddin Zanki itu memenangkan kita bukan karena banyaknya pasukannya, tetapi karena ibadahnya”.

Itu merupakan kesaksian besar dari Pasukan Salib kepada Nuruddin Zanki dan pasukannya, mereka adalah pasukan Islam yang taat, yang sujud dan ruku’ kepada Rabbul ‘Alamin. Luar biasa, Allahuakbar.

Raja-Raja dan para pemimpin-pemimpin Islam sekarang harus kembali kepada Al-Kitab dan Sunnah.

Nuruddin Zanki melewati Hadith Bukhari bagian kitab jihad, sebuah Hadith bahwa Nabi yang mulia Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam menaruh pedangnya di atas pundaknya―bukan di pinggangnya.

Nuruddin terpaku dengan Hadith tersebut, pasukannya menaruh pedang di pinggang mereka―layaknya orang-orang Kristen, kenapa kita tidak mengikuti layaknya Nabi kita?

Lalu dia perintahkan seluruh pasukannya untuk menaruh pedang mereka di pundak-pundak mereka layaknya Nabi kita yang mulia.

Lihatlah, baru urusan menaruh pedang saja mengikuti Nabi, begitu ittiba’ kepada Nabi yang mulia.

Siapa yang tidak mengenal Nuruddin Zanki? Anaknya Imanuddin Zanki, yang nanti di pasukannya ada seorang yang bernama Shalahuddin Yusuf bin Ayyub yang kita kenal dengan nama Shalahuddin Al-Ayyubi, yang nanti―setelah Nuruddin Zanki wafat―akan merebut kembali Palestine

(Copas. Rufaidah Abdat)
Simak ulasannya di video ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *